Guido Sarreal: Segalanya untuk Culion
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Joseph Sarreal adalah Finalis Wirausahawan Sosial untuk Rappler Do More Awards
Ketika orang ditanya apa yang mereka ketahui tentang Culion, Palawan, biasanya ada dua jawaban: Culion dulunya merupakan koloni penderita kusta atau mereka tidak tahu apa-apa tentang Culion.
Faktanya, pulau ini pernah menjadi koloni penderita kusta terbesar di dunia, yang didirikan pada tahun 1901 di bawah pemerintahan Amerika. Ini disebut sebagai “tanah orang mati” dan “tanah yang tidak bisa kembali”. Meskipun Organisasi Kesehatan Dunia mendeklarasikan Culion sebagai bebas kusta pada tahun 2006, stigma tersebut masih tetap ada.
Namun wirausahawan sosial Joseph Gideon ‘Guido’ Sarreal ingin menghilangkan stigma tersebut dan menciptakan kembali citra Culion sebagai tujuan wisata.
Tonton video profil Guido dan finalis kategori Social Entrepreneur lainnya di bawah ini.
Hubungkan dan berdayakan
Guido adalah salah satu pemilik Kawil Tours, grup tur berbasis Culion yang memberdayakan komunitas lokal di pulau tersebut. Mereka bahu membahu dengan penduduk pulau untuk meningkatkan perekonomian lokal. Penduduk setempat bertindak sebagai pemandu wisata sementara Guido dan mitranya menangani periklanan dan menyediakan dana awal.
Kawil dalam bahasa Tagalog berarti “menghubungkan”, sebuah istilah yang tepat untuk apa yang coba dilakukan perusahaan untuk pulau tersebut, menurut Guido.
“Kami tinggal di sana, berteman dengan masyarakat, dan mendengar cerita, tragedi, penderitaan. Namun (kami juga melihat) begitu banyak harapan dan ketahanan. Kami menggunakan pariwisata sebagai media untuk menghubungkan kembali pulau ini dengan seluruh dunia,” tambahnya.
Guido mengatakan masyarakatnya sangat akomodatif terhadap pengunjung, sehingga menambah keindahan alam pulau tersebut.
“Setiap kali ada pengunjung yang datang ke pulau itu, mereka (masyarakat) sangat-sangat senang. Mereka sangat terharu karena ada wajah baru dan ada yang berani terjun ke masyarakat dan mengenal mereka. Jadi, masyarakat di sana sangat hangat dan ramah sekali,” tambahnya.
Lingkungan dalam pikiran
Guido tidak hanya bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Culion, ia juga ingin melestarikan lingkungan pulau tersebut. Dia menggambarkan bisnis mereka sebagai bentuk wisata eko-sosial.
“Ekowisata harus mempunyai tujuan untuk melestarikan atau melestarikan lingkungan hidup. Anda harus sadar bahwa aktivitas Anda akan berdampak pada lingkungan. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk sadar akan apa yang Anda lakukan,” ujarnya.
Ia mengatakan wisata Kawil sangat fokus pada alam. “Tujuannya setiap kita memasuki suatu kawasan, kita berusaha keluar dengan cara yang sama seperti kita memasukinya. Jadi, ada kesadaran untuk menjaga lingkungan, melestarikannya, dan berbagi lingkungan,” kata Guido.
Lakukan lebih banyak
Baru berusia satu tahun, Kawil Tours sudah mendulang banyak pengalaman. Ini mengumpulkan P360.000 melalui crowdfunding untuk memulai operasinya. Ia adalah finalis Sepuluh Organisasi Pemuda Berprestasi tahun ini.
“Lebih dari sekedar mendapatkan manfaat ekonomi atau mata pencaharian, kami ingin pulau yang pernah terlupakan ini bisa diakui kembali,” kata Guido.
Guido percaya bahwa berbuat lebih banyak harus didasarkan pada pelayanan.
“Berbuat lebih banyak berarti melakukan lebih banyak aktivitas yang memberikan wajah kepada orang-orang yang Anda layani dan bertujuan untuk memberikan dampak sosial yang positif,” ujarnya.
Bagi tur Guido dan Kawil, meningkatkan taraf hidup lebih berarti. – Rappler.com
Ikuti Tur Kawil di Twitter: @KawilTours
Angka-angka ini mencerminkan hasil tahap pemungutan suara publik yang dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober hingga 24 November 2013.
Skor akhir setiap finalis akan dihitung dari ff:
Suara publik – 40%
Suara panel – 60%
Jumlah – 100%