• April 4, 2025
Bendera Palestina dikibarkan pertama kali di markas besar PBB

Bendera Palestina dikibarkan pertama kali di markas besar PBB

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Abbas: Palestina berhak untuk diakui sebagai anggota penuh PBB dan mendapat pengakuan dari anggota PBB

JAKARTA, Indonesia – Bendera Palestina dikibarkan pertama kali di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rabu, 30 September 2015, waktu New York, Amerika Serikat.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga mendesak badan dunia tersebut untuk menjadikan Palestina sebagai negara anggota.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan Abbas memimpin upacara pengibaran bendera di taman mawar setelah Abbas mengutuk pendudukan Israel yang tidak pernah berakhir atas tanah Palestina selama sesi Majelis Umum PBB.

“Dalam momen bersejarah ini, saya ingin mengatakan kepada rakyat saya di mana pun: Kibarkan bendera Palestina setinggi mungkin, karena itu adalah simbol identitas kita,” kata Abbas.

“Hari ini adalah hari yang membanggakan.”

Ban Ki-moon juga menyuarakan nada serupa.

“Sekarang adalah waktunya mengembalikan optimisme Israel dan Palestina untuk menemukan solusi damai dan akhirnya mewujudkan solusi dua negara untuk dua bangsa,” kata Ban.

Lusinan orang berkumpul di kota Ramallah di Tepi Barat yang diduduki untuk menyaksikan pengibaran bendera Palestina di televisi.

Majelis Umum PBB memutuskan pada 10 September untuk mengizinkan bendera Palestina dan Vatikan, dua negara pengamat di PBB, untuk dikibarkan bersama dengan bendera negara-negara anggota badan dunia tersebut.

Resolusi ini didukung oleh 119 negara, termasuk Indonesia. Sedangkan 45 negara abstain dan delapan negara abstain, antara lain Australia, Israel, dan Amerika Serikat.

Indonesia sebelumnya telah menyatakan pentingnya dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

Hal ini berulang kali disampaikan Presiden Joko Widodo, mulai dari masa kampanye tahun lalu, hingga terakhir saat bertemu dengan Perdana Menteri Palestina Rami Hamallah dalam pertemuan bilateral di sela-sela konferensi Asia Afrika, April lalu.

Yang perlu digarisbawahi adalah kolonialisme harus diakhiri di Palestina, kata Jokowi saat itu.

“Kami menyatakan dukungan penuh kami terhadap (pengakuan Palestina) di PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).”

Hal serupa juga disampaikan Humas Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir. “Posisi Indonesia selama ini mendukung Palestina. “Ini adalah amanat konstitusi kita,” katanya kepada Rappler melalui SMS.—Rappler.com

BACA JUGA:


Togel SingaporeKeluaran SGPPengeluaran SGP