• July 21, 2024
‘Mengkhawatirkan’ cara BSM menangani dampak kematian mahasiswa

‘Mengkhawatirkan’ cara BSM menangani dampak kematian mahasiswa

(DIPERBARUI) Sebuah komite Senat mengkritik British School Manila karena memberikan ‘dukungan fenomenal’ kepada guru Liam Madamba, Natalie Mann, setelah kematian siswa tersebut, alih-alih menempatkannya dalam skorsing preventif.

MANILA, Filipina (DIPERBARUI) – Anggota Komite Senat untuk Pendidikan, Seni dan Budaya mengecam British School Manila (BSM) atas cara mereka menangani peristiwa yang terjadi setelah kematian salah satu siswanya, Liam Madamba.

“Sangat mengkhawatirkan bagaimana BSM menangani dampak kematian Liam. BSM sengaja menunda pertemuan dengan keluarga Liam dan sengaja menunda pemberian surat permintaan maaf Liam kepada keluarganya,” ujarnya Laporan panitia 24 halaman diserahkan pada tanggal 30 September.

Liam, mahasiswa BSM, melompat dari lantai 6 Gedung Parkir Dela Rosa di Desa Legazpi, Kota Makati pada 6 Februari. Dia dilarikan ke Pusat Medis Makati terdekat tetapi meninggal beberapa jam kemudian.

Sehari sebelumnya, dia dan siswa lainnya bertemu dengan salah satu guru mereka, Natalie Mann. Mann meminta siswanya untuk menulis surat refleksi karena menjiplak sebuah paragraf di draf esai pertama.

Menurut laporan Independent Review Panel (IRP), para siswa memandang proses refleksi sebagai hukuman.

Ibu mengajukan keluhan DOJ

Laporan Senat mencatat bahwa BSM “tidak segera melakukan penyelidikannya sendiri” atas insiden 5 Februari, dan tidak mengadakan IRP sampai 3 minggu setelah kematian Liam – yaitu, setelah sekelompok “Orang Tua Peduli” mengirimkan surat tulis di yang mereka minta kepada panel. untuk dibentuk.

Bahkan setelah IRP menyelesaikan laporannya pada tanggal 31 Maret, dibutuhkan waktu hampir dua bulan bagi keluarga Madamba untuk mendapatkan salinan laporan tersebut. Mereka sebelumnya diberikan salinan laporan Dewan Pengawas (COT), tetapi keluarga yakin itu adalah salinan yang “diedit dan dipersingkat”.

Para senator menyebutnya sebagai versi laporan IRP yang “disanitasi”. (BACA: BSM: Kaitannya Kematian Siswa dengan Teguran Sekolah)

“Alih-alih mengeluarkan laporan IRP, BSM justru membuat laporan COT sendiri untuk melindungi sekolah dari kemungkinan tanggung jawab yang timbul akibat kelalaian staf sekolah, dan kegagalan mereka dalam menerapkan ketekunan yang diperlukan untuk menjadi ayah yang baik dalam sebuah keluarga. . dengan kejadian 5 Februari 2015,” bunyi laporan itu.

Laporan tersebut mengutip pendidik Feny delos Angeles Bautista, yang mencatat bahwa ada “rasa panik” di pihak pimpinan sekolah untuk melindungi reputasinya sebagai sekolah internasional.

Pada hari Senin, 5 Oktober, ibu Liam, Trixie, mengajukan pengaduan ke Departemen Kehakiman (DOJ) terhadap kepala sekolah BSM Simon Mann (tidak ada hubungannya dengan Natalie) dan anggota COT dan Dewan Gubernur untuk menghalangi keadilan berdasarkan Keputusan Presiden 1829.

Dalam pernyataan yang dikirimkan kepada Rappler pada Kamis, 8 Oktober, Mann mengatakan mereka akan “bekerja sama sepenuhnya dan menjalani proses hukum” setelah mereka menerima salinan resmi pengaduan Madamba.

Komite Senat juga merekomendasikan agar DOJ melakukan penyelidikan sendiri atas masalah tersebut untuk menentukan tanggung jawab pidana atau perdata Natalie Mann dan pejabat BSM lainnya. (BACA: DepEd: BSM Bisa Terkena Sanksi Atas Meninggalnya Liam Madamba)

‘Kelalaian’

Laporan komite juga mengkritik “dukungan fenomenal” BSM untuk Mann, yang “menyebabkan penderitaan mental atau penderitaan emosional bagi Liam.”

Menurut laporan tersebut, Mann tidak mematuhi “proses prosedural yang disyaratkan” ketika menjatuhkan tindakan disipliner terhadap Liam karena plagiarisme.

“Setelah kematian Liam, Nyonya Mann tiba-tiba meninggalkan Filipina pada tanggal 2 Maret 2015, bahkan tanpa memberikan izin kepada keluarga Liam untuk bertemu langsung dengan mereka atau setidaknya menjelaskan kepada mereka apa yang terjadi pada tanggal 5 Februari 2015 lalu,” tulis laporan tersebut.

“Dia tidak segera memberitahu mereka tentang adanya surat permintaan maaf Liam dan dia juga tidak memberikan salinannya kepada mereka. Keluarga Liam berhak mendapatkan lebih dari sekedar email dari Nyonya Mann yang menyampaikan belasungkawa. Dia gagal menerapkan standar perawatan yang dapat dilakukan oleh orang yang memiliki kehati-hatian dalam situasi yang sama. Itu sama saja dengan kelalaian.”

Laporan Senat mencatat bahwa sekolah tidak menempatkan Mann dalam skorsing preventif dan “membebaskan dia sebelum waktunya dari segala tanggung jawab atas insiden tersebut” ketika dikatakan bahwa guru tersebut menangani Liam dengan cara yang diharapkan BSM darinya.

Selain itu, sekolah mengizinkan Mann untuk mengambil cuti, dan kemudian menyetujui pengunduran dirinya.

Simon Mann mengatakan kepada Rappler pada hari Kamis bahwa sekolah tersebut mengakui dan menghormati wewenang Senat sebagai badan legislatif.

“Kami percaya hal-hal yang terkandung dalam laporan ini akan diklarifikasi pada waktunya,” katanya dalam pernyataan.

Kematian Liam terjadi tepat ketika sekolah tersebut – yang didirikan pada tahun 1976 – sedang mencari pengakuan resmi dari negara melalui RUU Senat (SB) 2147.

Bersamaan dengan laporan tersebut, panitia menyerahkan SB 2975 – RUU pengganti SB 2147 – yang menyatakan bahwa BSM, meskipun sebagai lembaga pendidikan yang berkarakter internasional, juga harus tunduk pada peraturan perundang-undangan pemerintah yang berlaku. – Rappler.com

slot online pragmatic