• February 25, 2024
Benturan kata pada ‘banting puisi’ di Jakarta

Benturan kata pada ‘banting puisi’ di Jakarta

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Di atas Teater Anjung Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kami menyaksikan para pecinta puisi beradu kata dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Secangkir kopi yang diolah oleh tim Mas Pepeng dari Klinik Kopi khusus diterbangkan dari Yogyakarta disajikan bagi mereka yang ingin mempertimbangkan menikmati udara senja.

Ya, tidak ada gambaran yang cukup untuk menggambarkan suasana acara Lomba Puisi Lisan dan Puisi (kata lisan dan bantingan puisi) yang diselenggarakan oleh Unmasked Open Mic bekerjasama dengan komunitas Salihara pada Minggu, 4 Oktober 2015. Acara ini merupakan rangkaian dari program Biennial Sastra Salihara yang berlangsung sepanjang bulan November.

Bantingan puisi atau lomba puisi adalah sebuah konsep yang belum diketahui oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, dimana para seniman mengungkapkan kata-kata dan ungkapannya dan dinilai oleh juri. Tidak ada ruang untuk merasa malu atau tersipu karena juri tidak segan-segan memberikan nilai rendah kepada mereka yang merasa tidak nyaman dengan kata-kata.

Yang terpenting adalah bebas berekspresi dan mampu merangkai kata-kata yang bukan sekedar syair indah, namun menjadi pengungkit emosi yang siap menarik pendengarnya ke dalam cerita.

Ada sekitar belasan pecinta puisi yang berkompetisi hari itu saat senja dan 5 juri siap menjadi juri. Juri akan memberikan skor 1 sampai 10, dan pemegang skor tertinggi akan keluar sebagai pemenang.

Namun kali ini, semua orang adalah pemenangnya. Dari banyaknya peserta yang berani, akhirnya juri memilih tiga pemenang yaitu Andy Roberts, Rara Rizal, dan Theodora “Rinnie” Karin.

Saya minta maaf atas aksen Australia saya yang kental,” canda Andy sebelum meluncurkan puisi uniknya dengan menggunakan ragam makanan Indonesia yang terdengar familiar di telinga orang Indonesia.

Rara Rizal memukau penonton dengan puisi tamparan-yang sarat dengan emosi tentang kehidupan lesbian.

Sementara itu, Rinnie yang berusia 17 tahun tampil percaya diri tanpa membawa catatan di tangannya dan membawakan puisi bertema cinta.

Sejarah ‘puisi bantingan dan lisan’

puisi banting berasal dari Amerika pada tahun 1987 dimana Marc Smith dikenal sebagai “licikmemprakarsai gerakan yang disebut Gerakan Slam Puisi Internasional di Chicago. Hingga saat ini, peminat dan penggeraknya semakin banyak puisi banting keliling dunia.

puisi banting merupakan wadah penulisan kreatif tentang isu-isu sosial yang melibatkan rasisme, kemiskinan, kesetaraan gender dan masih banyak lagi. Tidak mengherankan puisi banting sering disamakan dengan gaya musik rap dan hip-hop. Sebab puisinya mengungkap perubahan yang terjadi di masyarakat.

Tidak mengherankan, puisi banting Dan puisi kata yang diucapkan Kedengarannya mudah untuk diraba dengan kata-kata yang mentah, namun dikemas secara matang karena materi yang digunakan dalam puisi ini adalah kehidupan manusia. Masyarakat puisi banting Dan puisi kata yang diucapkan yang terkenal di dunia antara lain Youth Speaks dan Button Poetry.

Di Indonesia, Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) selalu diadakan bantingan puisi setiap tahun di jaringan festival.

Di Jakarta, Unmasked Open Mic yang saya dan teman-teman selenggarakan, Putri Minangsari dan Pangeran Siahaan mengadakan pembacaan puisi secara berkala dengan gaya bebas seperti misalnya. puisi kata yang diucapkan Dan puisi banting.

Konsep Unmasked Open Mic bermula dari obrolan singkat antara saya dan Putri di sebuah kedai kopi. Karena kami ingin membuat acara puisi dimana semua orang bisa berbaur dan mengekspresikan diri. Kami juga awalnya menarik Prince sebagai pembawa acara, namun sebagai penyelenggara kami “diseret” ke acara berikutnya.

Open Mic yang dibuka kedoknya mengadakan pembacaan puisi sebanyak 2 kali atau mikrofon terbuka dan satu kali peristiwa bantingan puisi. Untuk acara puisi terorganisir Buka kedok Puisi Open Mic kunjungi halaman Facebookdia. —Rappler.com

Ayu Meutia adalah seorang penulis independen dan penggiat puisi kata yang diucapkan. Saat dia tidak sedang mencari buku dan tato temporer, dia terus menulis lamunannya www.adjoemoetia.com Dan www.ayumeutia.com.

BACA JUGA:


slot gacor hari ini