• February 29, 2024
Paris Saint-Germain vs Real Madrid: Ajang pembuktian Rafael Benitez

Paris Saint-Germain vs Real Madrid: Ajang pembuktian Rafael Benitez

Benitez harus membuktikan timnya cukup kompetitif untuk bersaing di level atas. Caranya adalah dengan mengalahkan Paris Saint-Germain dini hari tadi

JAKARTA, Indonesia — Kedua tim masing-masing meraih dua kemenangan dari dua laga Liga Champions musim ini, pertandingan antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Real Madrid di babak penyisihan Grup A pada Kamis, 22 Oktober pukul 01: 45 WIB dini hari tidak terlalu menentukan peluang Anda untuk lolos ke babak selanjutnya.

Mereka berdua bisa lolos ke 8 besar apapun hasil pertandingannya.

Namun fans Real Madrid tentu ingin mengetahui sejauh mana transformasinya Meringue—Julukan Real—di era Rafael Benitez. Musim ini, mantan pelatih Inter Milan dan Liverpool itu menjadi juru taktik baru klub tersukses di Spanyol itu. Ia menggantikan Carlo Ancelotti yang dipecat pada akhir musim sebelumnya.

Di level domestik, Benitez berhasil menjaga Real tetap memimpin klasemen. Mereka juga merupakan klub paling produktif (18 gol) dan klub dengan pertahanan terbaik (hanya kebobolan dua gol).

Dengan statistik seperti itu, Benitez yakin taktik yang diterapkannya di Real sudah tepat. “Kami berada di LaLiga pencetak gol terbanyaktim dengan pertahanan terberat dan tembakan paling akurat,” kata Benitez dalam konferensi pers sebelum pertandingan melawan PSG.

Namun sejauh ini pers Spanyol tidak sependapat dengan Benitez. Mereka melontarkan kritik tajam kepada pelatih berusia 55 tahun itu. Pendekatan Benitez dinilai terlalu konservatif untuk tim sekelas Real. Tiga pertandingan imbang untuk tim dengan mesin gol seperti Cristiano Ronaldo, Gareth Bale dan Karim Benzema yang dinilai tidak terlalu bagus.

Selain itu, Real kerap kebobolan saat menghadapi tim yang pertahanannya kokoh. Salah satunya saat klub peraih 10 gelar Liga Champions itu ditahan imbang rival sekota Atletico Madrid 1-1 4 Oktober lalu.

Real tak hanya berhasil meraih poin maksimal di Vicente Calderon, kandang Atletico. Lini depan mereka juga tidak bergerak melawan pertahanan Merah Putih.

Jika melepaskan lebih dari 15 tembakan ke gawang tim lain, Real hanya melepaskan sembilan kali ke gawang pasukan Diego Simeone. Itu hanya 2 dari mereka tepat sasaran.

Oleh karena itu, keraguan publik Spanyol cukup beralasan. Real seringkali tidak bisa tampil dominan melawan tim-tim yang levelnya sama dengan mereka.

Benitez memang melakukan sejumlah perubahan di Real. Jika di era Ancelotti familiar dengan formasi agresif 4-3-3, Benitez mencoba menerapkan pendekatan yang lebih seimbang dalam skema 4-2-3-1. Tujuannya adalah pertahanan yang lebih kuat. Masalah pertahanan inilah yang disebut-sebut menjadi alasan pemecatan Ancelotti.

Penempatan Ronaldo juga lebih cair. Biasanya ditempatkan di sisi kiri, striker asal Portugal ini beberapa kali ditempatkan di tengah dan kanan.

Hingga pekan kedelapan, strategi Benitez masih efektif. Bisa jadi karena mereka belum bermain melawan tim yang sangat tangguh. Maka dari itu, ujian sebenarnya adalah melawan tim raksasa seperti PSG.

Benitez menyebut PSG adalah tim yang akan memberikan perlawanan besar terhadap Real dari segi kualitas. “Mereka memenangkan segalanya di kompetisi domestik. “Mereka telah membuktikan diri sebagai tim terbaik di Prancis,” ujarnya via Situs web resmi UEFA.

“Kami akan menghadapi pertandingan ini dengan penuh semangat. “Ini akan menjadi pertandingan yang seimbang,” kata Benitez.

Banyak pemain kunci Real yang absen

Benitez harus mengunjungi Parc de Princess, kandang PSG, tanpa sejumlah pemain kunci. Mereka adalah Karim Benzema, Gareth Bale, Sergio Ramos, Dani Carvajal, dan James Rodriguez.

Benitez akan memainkan sejumlah pemain muda yang belum memiliki banyak pengalaman. Bek kanan Carvajal yang absen kemungkinan besar akan digantikan oleh Danilo.

Posisi penyerang tengah yang biasa diisi oleh Benzema akan diisi oleh Jese Rodriguez yang notabene berstatus gelandang serang. Dengan menggunakan Jese, Real akan bermain tanpanya sasaran. Namun, Jese bisa memainkan peran tersebut salah sembilan alias penyerang bayangan.

“Cedera adalah masalah bagi kami. “Tetapi kami masih memiliki striker terbaik Eropa (Cristiano Ronaldo),” kata Benitez.

PSG bermain di kandang sendiri dan penuh percaya diri

Dari kubu PSG, pelatih Laurent Blanc menilai kualitas pemain kedua klub setara. Hanya saja, menurut Blanc, PSG belum memiliki tradisi kuat di level Eropa. “Lihat saja ruang piala mereka. Real adalah tim top Eropa. PSG belum sampai di sana.” kata Blanc.

Blanc pun optimistis faktor tuan rumah akan menentukan kemenangan. “Kami punya kualitas. “Kami mengalahkan tim terbaik Eropa, Barcelona, ​​​​di sini,” ucapnya lagi.

Berbeda dengan Real, grup PSG tim penuh. Hanya gelandang Marco Verratti dan bek David Luiz yang diragukan tampil karena kebugarannya. Namun trio penyerang terbaik mereka, Edinson Cavani, Zlatan Ibrahimovic, dan Angel Di Maria siap dipanggil.

“Ini bukan pertandingan yang menentukan. Tapi itu tetap penting. “Kami harus menghormati lawan dengan melawan mereka sekuat mungkin,” kata legenda sepak bola Prancis itu. — Rappler.com

BACA JUGA:

game slot online