• February 29, 2024
Polisi tengah memeriksa dua calon saksi dalam kasus pembunuhan anak di Kalideres

Polisi tengah memeriksa dua calon saksi dalam kasus pembunuhan anak di Kalideres

Sebab, saat penggeledahan dengan anjing pelacak kemarin, anjing ini terus mengitari rumahnya.

JAKARTA, Indonesia – Polisi memeriksa dua calon saksi yang masih dicari keterangannya terkait pembunuhan gadis berusia 9 tahun berinisial F di Kalideres, Jakarta Barat.

“Sekarang sudah diperiksa dua orang, seperti saksi potensialbukan calon tersangka. “Keterangan mereka masih kami dalami,” kata Direktur Reserse Kriminal Polda Metro Jaya Kombes Krishna Mukti, Senin, 5 Oktober.

Salah satu saksi diketahui kerap bergaul dengan anak kecil. Dia tinggal di dekat tempat korban menghilang.

“Ada satu orang mantan residivis yang tinggal di satu blok rumah susun. Di sana ada kotak-kotak yang mirip (dengan kotak jenazah korban), dan anak-anak sedang bermain. “Kami masih menyelidikinya,” kata Krishna.

Meski pria tersebut berpotensi menjadi tersangka, polisi mengaku masih mencari fakta dan bukti kuat.

“Belum tentu pelakunya. “Kita harus hati-hati dalam membongkar kasus ini, namun kita tidak mengabaikan temuan-temuan tersebut,” lanjutnya.

Selain pria tersebut, polisi juga memeriksa calon saksi berinisial A yang tinggal di rumah bertingkat dekat tempat korban ditemukan di Kalideres.

“Saksi ini kami amankan untuk mengumpulkan informasi. Sebab, pada penggeledahan kemarin dengan anjing pelacak, anjing ini terus mengitari rumahnya, ujarnya.

F hilang sejak Jumat, 2 Oktober pagi. Keesokan harinya dia ditemukan tewas di dalam kotak kardus. Polisi mengatakan F diperkosa sebelum dibunuh.

Tes DNA

Untuk memastikan keterlibatan kedua saksi ini, tim polisi akan melakukan tes DNA terhadap keduanya, dengan mencocokkan DNA mereka dengan sperma yang terdapat di tubuh korban.

“Kami berkoordinasi dengan kedokteran forensik, dengan DVI dan akan melakukan tes DNA kepada berbagai pihak, siapapun. Kami akan membandingkan DNA tubuh korban dengan terduga pelaku. Itu adalah bagian dari penyelidikan ilmiahkata Kresna.

Tim polisi berulang kali melakukan penggeledahan dan olah TKP di tempat ditemukannya jenazah korban, di Jl Sahabat, Kalideres. Polisi menemukan barang-barang yang diyakini terkait dengan pembunuhan korban.

“Di sekitar TKP tempat korban ditemukan, kami menemukan lakban dan potongan rambut sepanjang 10 cm. Kami tidak dapat memastikan apakah item ini terkait atau tidak, namun kami tidak dapat mengabaikan temuan ini. “Kalau ada kaitannya akan kita pendalami lebih jauh, tapi kalau tidak ya kita abaikan saja,” ucapnya.

“Sekarang fokus ke TKP tempat korban menghilang. “Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendalami berbagai orang yang berpotensi menjadi saksi, belum menjadi tersangka.”

“Kami akan mendata di sekitar tempat hilangnya korban, siapa saja yang tinggal sendiri dan memiliki alibi yang kurang akurat, kemudian kami akan melakukan penyelidikan dari sana,” kata Krishna.

Polisi akan mengawasi orang-orang potensial tersebut. “Kapan saksi potensial Tadi di kediamannya ada yang hilang, kami akan tingkatkan kewaspadaan lagi calon tersangka,” dia berkata.

Terekam di CCTV

Selain memiliki calon saksi, polisi juga sudah memiliki petunjuk mengenai pelaku berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi hilangnya korban. Dari rekaman CCTV ini, polisi mendapat fitur yang sangat minim karena rekamannya kurang jelas.

“Tadi malam kami membongkar CCTV. Ini bukan bukti, tapi dimaksudkan sebagai petunjuk dalam penyidikan. Kita harus selidiki CCTV-nya, tidak bisa scan cepat. Kita harus mengamati dan analisis “Ini CCTV hati-hati,” kata Krishna.

Dari rekaman CCTV tersebut, polisi akan mengamati orang-orang dengan ciri-ciri yang tergambar dalam CCTV. “Sedang diselidiki, tim sedang bekerja. Intinya kami bekerja keras, kami terus melakukan evaluasi.” — Rappler.com

BACA JUGA:

slot online pragmatic