• February 23, 2024
Djadjang melawan beban masa lalu

Djadjang melawan beban masa lalu

Persib Bandung siap tampil maksimal dan amankan modal awal di leg pertama semifinal Piala Presiden dari tangan Mitra Kukar

Persib Bandung yakin meski tanpa lima pemain pilarnya di Piala Presiden, peluang mereka untuk meraih juara masih terbuka saat menjamu Mitra Kukar di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kalimantan Timur pada Minggu malam, 4 Oktober 2015, di leg pertama semifinal Piala Presiden.

Separuh kekuatan Persib terpuruk akibat akumulasi penalti kartu yang diterima pemain pada laga terakhirnya di babak perempat final melawan Pusamania Borneo FC pekan lalu.

Alhasil, pemain yang selama ini masuk starting Eleven seperti Ahmad Jufriyanto, Vladimir Vujovic, Zulham Zamrun, Hariono, dan Ilija Spasojevic membuat Maung lumpuh.

Djadjang Nurdjaman, pelatih Persib, pun mengakui kondisi tersebut membuatnya ketar-ketir karena separuh kekuatan Persib hilang. Namun, setelah menjalani latihan dan menjajaki opsi pemain pengganti di posisi yang ditinggalkan kelima pemain tersebut, ia mulai merasa tenang.

“Saya sudah memiliki pemain yang tepat. “Mereka memang tidak sebaik biasanya, tapi mereka masih bagus dan bagus untuk semifinal kali ini,” jelasnya saat ditanya, Minggu sore.

Kepercayaan diri sebagai pemain bermental Maung Bandung, lanjut Djadjang, sangat lekat dengan murid-muridnya saat ini. Oleh karena itu, ia optimistis permainan dan kekuatan Persib tidak akan berkurang banyak.

“Pemain penutup kami keahlian sama bagusnya, tidak jauh dari kualitasnya. “Iya kalau persentasenya selisihnya kurang dari satu persen,” ucapnya.

Namun Djadjang tak bisa tenang begitu saja karena harus menghadapi sejarah buruk saat dua kali dikalahkan Jafri Sastra di ajang ISL musim lalu, saat Jafri masih menangani Semen Padang.

“Orang-orang mengatakan saya tidak beruntung melawannya. “Tetapi saya akan berusaha semaksimal mungkin, para pemain dan semua orang yang terlibat dalam tim untuk mencapai final dan menang,” ucapnya.

Jafri membawa ‘chemistry’

Jafri pun tak kalah percaya diri pada laga leg pertama. Selain tampil di kandang sendiri, dengan dukungan mayoritas suporter Aji Imbut, pelatih kalem itu merasa di atas angin karena sudah paham dengan karakter permainan Djadjang.

Apalagi di ISL dua, dengan materi yang tak banyak berubah, Persib tersingkir dari Semen Padang.

Nah, peluang itu cukup besar mengingat sebagian besar pemain Semen Padang era Jafri kini bersama Mitra Kukar dipinjamkan khusus untuk tampil di turnamen ini. Untuk itu, ia mencoba membangkitkan chemistry dan memantapkan strategi.

“Itu ibu kotanya, ckimia “Kami berharap bisa membantu menerapkan strategi menekan Persib,” jelasnya.

Sementara untuk melipatgandakan semangat grup Naga Mekes, pihak manajemen menghujani mereka dengan bonus. Namun kali ini jumlahnya lebih banyak dibandingkan babak perempat final karena lawan dan pertandingannya sangat berat.

“Jangan khawatir, bonus sudah disiapkan. Yang terpenting, pemain fokus, disiplin, dan mau bekerja sekeras mungkin. Ibarat sebuah anugerah, sudah disiapkan di depan mata, pemain tinggal menjalankan syarat dan instruksi pelatih dengan baik, jangan sampai hadiahnya hilang, tegas Suwanto, Direktur Utama. Mitra Kukar.

Perkiraan pemain

Persib Bandung (4-3-3)

78-Made Wirawan (G); 22-Supardi, 25-Abdul Rahman, 6-Toni, 4-Dias Angga; 8-Taufiq, 11-Dedi, 15-Firman; 10-Konate, 82-Tantan, 7-Atep

Pelatih: Djajang Nurdjaman

Mitra Kukar (4-4-2)

7-Rivki Mokodompit (G); 3-Zulkifli ©, 13-Rudolf Yanto Basna, 44-OK Jhon, 6-Saepulloh; 18-Anindito, 5-Hendra Ridwan, 88-Rizky Pellu, 15-Hendra Bayauw; 27-Carlos Raul, 7-Rachmat Affandi.

Pelatih: Jafri Sastra

—Rappler.com

BACA JUGA:

daftar sbobet