• April 12, 2024
DVI telah mengidentifikasi korban pertama AirAsia QZ8501 sebagai Hayati

DVI telah mengidentifikasi korban pertama AirAsia QZ8501 sebagai Hayati

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Sementara itu, tim DVI jenazah kedua belum bisa memastikan identitas pemuda tersebut.

SURABAYA, Indonesia – Tim Disaster Victim Identification (DVI) pada Kamis (1/1) sore memastikan jenazah penumpang pertama AirAsia QZ8501 yang ditemukan adalah seorang perempuan asal Tegalsari bernama Hayati Lutfiah Hamid.

Zat biologis diidentifikasi melalui tes identifikasi primer postmortem berupa sidik jari.

Setelah dikonfirmasi ke pihak keluarga, jenazah pun dipastikan adalah Hayati Lutfiah Hamid.

“Dua jenazah yang kami terima kemarin, satu perempuan, satu laki-laki muda. Dan ini diselidiki dengan berbagai tes visum. Pukul 10.30-13.00 tim DVI melakukan rapat rekonsiliasi dan diputuskan jenazah B001 adalah Hayati, kata ketua tim DVI Mapolda Jatim, Budiyono, Kamis.

Selain sidik jari, tim juga menemukan bekas sesi operasi pada yang bersangkutan. Juga harta milik korban berupa KTPKalung berinisial korban, gelang yang sudah dikonfirmasi pihak keluarga, lanjut Budiyono.

Lebih lanjut, untuk jenazah kedua yakni jenazah bernomor B002, Budiyono mengungkapkan jenazah pemuda tersebut belum bisa diidentifikasi secara pasti.

“Untuk jenazah kedua, tim DVI belum memiliki bukti yang cukup akurat untuk memastikannya. Datanya masih belum bisa dipertanggungjawabkan. Namun tim terus berusaha mencari dan mengumpulkan data dari pos ante mortem.

“Pemeriksaan visum sendiri meliputi analisa DNA, sidik jari, forensik gigi. Semuanya dilakukan sesuai protokol ICPO Interpol. “Dan kami pastikan hasilnya maksimal,” tambah Budiyono.

Budiyono menjelaskan ciri-ciri jenazah B002 yang masih dalam proses identifikasi. “Badan B002, jantan muda, tinggi kurang lebih 140-150 cm, ras Mongoloid. Rambut hitam panjangnya kurang dari 6 cm. “Ada tahi lalat berukuran sekitar 4x4mm di bahu kiri,” ujarnya.

Kapolda Jatim Anas Yusuf menambahkan, pihaknya menerima 4 jenazah lagi pada Kamis ini. “Tadi pukul 12.00 WIB kami menerima 4 jenazah, 2 laki-laki dan 2 perempuan. Hingga saat ini keempat jenazah tersebut masih menjalani pemeriksaan visum. Nanti akan kami informasikan jika ada perkembangan, tutupnya.

Polda Jatim, seperti diungkapkan Anas, berupaya semaksimal mungkin memberikan dukungan

fasilitas keluarga di pos ante mortem Polda Jatim. “Kami sudah bangun sudut dokter, konseling dengan psikolog atau spiritual. Terdapat juga ruang bantuan keluarga, ruang utilitas, pusat panggilan. Pengawasan juga disediakan agar setiap orang dapat memantau kerja pemerintah dalam upaya evakuasi.”

“Kami akan terus memberikan informasi perkembangan terkini agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan. Hasil identifikasi akan kami serahkan sore ini juga, pungkas Anas. —Rappler.com

hk pools