• April 20, 2024
Indonesia bungkus: 29 Juni 2015

Indonesia bungkus: 29 Juni 2015

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Salah satu berita besar akhir pekan ini adalah ditetapkannya Margriet Megawe sebagai tersangka pembunuhan putri angkatnya, Engeline.

JAKARTA, Indonesia — Berbagai pemberitaan akhir pekan lalu terangkum dalam bungkus bahasa Indonesia ini: Margriet ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Engeline dan banyak dokumen yang terbakar dalam kebakaran yang melanda kantor Komnas PA.

Selain itu, Kemendagri akhirnya membatalkan kenaikan dana partai politik, seorang anak berusia 5 tahun meninggal karena pendarahan hebat akibat ledakan petasan, dan pernyataan Menteri Luar Negeri Tjahjo Kumolo bahwa ada menteri yang tidak sejalan. Presiden.

Polisi menetapkan Margriet Megawe sebagai tersangka pembunuhan Engeline

Margriet Christina Megawe ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Engeline, putri angkatnya. Benar, saya mendapat laporan bahwa Margriet telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan anaknya, kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Minggu, 28 Juni.

Ada 3 alat bukti untuk menetapkan Margriet sebagai tersangka. Pertama pengakuan tersangka lain bernama Agustinus Hamdanai, kedua hasil analisis laboratorium forensik, dan ketiga petunjuk di TKP. Baca lebih lanjut di Rappler.com

Kantor Komnas PA dilalap api

Kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) ludes terbakar dalam kebakaran yang terjadi pada Sabtu malam, 27 Juni. Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait menduga ada unsur kesengajaan dalam kebakaran tersebut.

Sehingga diduga ada kaitannya dengan kasus Angeline yang sedang diperjuangkan Komnas PA, kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait, Sabtu malam (27/6).

Seluruh berkas yang ada di ruang dokumen Komnas PA dibakar. Namun berkas perkara Engeline tidak dibakar karena selalu dibawa oleh Arist. Baca selengkapnya di Di Sini.

Kementerian Dalam Negeri batalkan kenaikan dana partai politik

Sidang paripurna anggota dewan di gedung MPR/DPR.  Foto oleh Adi Weda/EPA

Setelah sebelumnya mengusulkan penambahan besaran bantuan partai politik (parpol) kepada presiden, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tiba-tiba menyatakan pembahasan kenaikan pendanaan parpol dihentikan.

“Kementerian Dalam Negeri tidak akan membahas kembali usulan penambahan angka bantuan partai politik dengan Menteri Keuangan (Menkeu) dan Komisi II DPR,” kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kepada Rappler, Sabtu 27 Juni lalu. Baca lebih lanjut di Rappler.com.

Seorang anak berusia 5 tahun meninggal karena kembang api

Polisi menindak pedagang kembang api di Purwakarta.  Foto dari Twitter @purwakartakita

Seorang anak berusia 5 tahun meninggal mengenaskan karena kembang api meledak di lehernya di Pekanbaru, Riau.

Kaleng yang dilempar ledakan petasan langsung mengenai leher korban sehingga menyebabkan leher korban terluka parah dan mengeluarkan banyak darah, kata Kompol Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo seperti dikutip. Di antaraSabtu 27 Juni.

Hal itu terjadi saat anak bernama Alfaro Prayata Dazain itu sedang bermain kelapa di taman. Jenis kerupuk kembang api hunan Permainan ini dimainkan dengan cara meledakkan kaleng. Namun saat meledak, kaleng tersebut terlempar ke leher korban sehingga mengakibatkan tenggorokan hampir tergores dan mengeluarkan banyak darah. Berita lebih lanjut tentang ini ada di Rappler.com.

Mendagri: Ada menteri yang suka meremehkan presiden

Presiden RI Joko

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut ada menteri yang tidak sejalan dengan Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

“(Ada) orang yang suka meremehkan presiden dari belakang layar, tidak bersyukur mendapat jabatan pembantu raja,” kata Tjahjo, Minggu, 28 Juni.

Tjahjo mengaku mengenal para menteri tersebut, namun enggan menyebutkan nama mereka. Ia meminta para menteri tidak melontarkan pernyataan kepada media yang bertentangan dengan kebijakan presiden. Baca selengkapnya di Di Sini.

Dapatkan bungkus di email Anda

taruhan bola