• April 20, 2024
Kasus ditutup: Kereta MRT baru akan datang

Kasus ditutup: Kereta MRT baru akan datang

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Pengadilan Makati mengatakan hanya MA yang dapat menghentikan proyek infrastruktur

MANILA, Filipina – Pemerintah kini bisa membeli kereta Metro Rail Transit (MRT) baru dari perusahaan Tiongkok setelah Pengadilan Negeri Makati City menolak kasus tersebut untuk menghentikan pembelian.

Departemen Perhubungan dan Komunikasi (DOTC) mengumumkan pada hari Senin, 24 Februari bahwa mereka telah memberikan sinyal kepada Dailan Locomotive & Rolling Stock Company of China untuk memasok 48 kendaraan kereta ringan (LRV) untuk MRT 3 di sepanjang EDSA. LRV bernilai P3,8 miliar.

Sekretaris DOTC Joseph Emilio Abaya mengatakan Makati RTC Cabang 66 menolak kasus perintah yang diajukan oleh Manuel V. Pangilinan Group, yang mengendalikan operator MRT 3 Metro Rail Transit Corporation (MRTC).

“DOTC berhasil memperjuangkan kepentingan umum dan mempertahankan posisinya di pengadilan, namun pemenang sesungguhnya adalah para pengendara MRT3,” kata Abaya.

Dalam putusannya, pengadilan mengutip Undang-Undang Republik 8975, yang menyatakan bahwa hanya Mahkamah Agung yang dapat menghentikan kelanjutan proyek infrastruktur pemerintah.

“Pemasok kini dapat mulai memproduksi 48 LRV baru, yang akan dikirim secara bertahap mulai paruh kedua tahun 2015,” kata Abaya.

Sesuai ketentuan kontrak, Lokomotif Dalian memiliki waktu 18 bulan untuk mengirimkan prototipe LRV untuk pengujian pada sistem MRT 3. Perusahaan ini akan mengirimkan sisa LRV secara bertahap selama 18 bulan ke depan.

Kepala DOTC mengatakan bahwa Lokomotif Dalian berkomitmen untuk mempercepat proses produksi dengan mendedikasikan lebih banyak pekerja untuk proyek tersebut sehingga dapat mengirimkan prototipe dalam waktu 12 bulan. “Para penumpang kami berhak mendapatkan layanan yang lebih baik di MRT 3, dan penambahan lebih banyak LRV sudah lama tertunda. Kami melakukan segala yang kami bisa untuk membawa mereka ke sini secepat mungkin, dan Dalian telah menyatakan komitmen yang sama terhadap angkutan umum.”

Pemerintah memperluas kapasitas MRT 3 dengan tujuan mengurangi waktu tunggu di stasiun dan mengurangi kemacetan sistem kereta api. Saat ini terdapat 73 bus yang melayani penumpang dengan interval 3 menit.

Jalur kereta api sepanjang 17 kilometer membentang dari North Avenue di Kota Quezon hingga Taft Avenue di Kota Pasay. Maskapai ini mengangkut 600.000 penumpang setiap hari, jauh di atas kapasitas desainnya yang sebesar 350.000.

Abaya mengatakan perluasan MRT 3 tepat waktu karena memperpanjang jam operasional untuk membantu meringankan situasi lalu lintas di Metro Manila. Mpengendara dan penumpang bersiap menghadapi lalu lintas yang lebih padat dari biasanya karena 15 pekerjaan jalan besar secara simultan dari tahun 2014 hingga 2016. Proyek jalan pertama, yaitu Jalan Raya Tahap 3mulai dibangun pada 17 Februari.

Pemerintah berupaya untuk membeli pemilik swasta MRTC agar mempunyai kebebasan dalam memutuskan pengoperasian MRT 3. (BACA: Anggaran P56-B untuk Pembelian MRT Sudah Siap)

“DOTC dan Departemen Keuangan harus mempercepat pembelian MRTC untuk membebaskan pemerintah dari berurusan dengan orang-orang seperti mereka yang berada di balik kasus ini. Mereka jelas sangat bersedia mengajukan petisi tak berdasar dan menunda proyek tersebut dengan mengorbankan masyarakat,” kata Abaya. – Rappler.com

judi bola online