• May 22, 2024
Seorang pria bersembunyi di penerbangan Garuda Indonesia untuk menemui Jokowi

Seorang pria bersembunyi di penerbangan Garuda Indonesia untuk menemui Jokowi

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Apakah layak melakukan perjalanan hampir 1.000 km di dermaga roda pendaratan pesawat untuk bertemu dengan presiden?

JAKARTA, Indonesia — Daya tarik populer Presiden Joko “Jokowi” Widodo tampaknya cukup kuat untuk memotivasi seorang pria untuk menyelinap ke dalam pesawat dan terbang sejauh 949 kilometer sambil duduk di dok roda pendaratan.

Mario Steve Ambarita (21) tertangkap pada Selasa, 7 April, saat turun dari pesawat Garuda Indonesia yang baru saja mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Yang membuatnya curiga adalah kenyataan bahwa dia berhasil keluar dari kemudi pesawat dengan baik, dan tidak melalui pintu seperti yang lainnya.

mario mengaku menyelinap ke dalam pesawat sebelum lepas landas dari Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, Riau, Indonesia bagian barat.

Dan dia tetap berada di kemudi selama 105 menit penerbangan.

Namun dia tiba di Jakarta dalam keadaan hidup dan sehat. Klinik bandara mengatakan Mario baik-baik saja, tapi dia mungkin perlu pulih dari cobaan yang tidak biasa.

Penggemar Jokowi

Lalu apa yang mendorong Mario melakukan hal nekat tersebut? Dia mengatakan dia hanya ingin melihat Jakarta, tempat dia dilahirkan, dan bertemu dengan idola lamanya – presiden.

ibu mario Tiar Boru Sitanggang, yang tinggal di distrik miskin Rokan Bawah di Riau, kaget saat mengetahui apa yang dilakukan putranya. Rupanya, Mario hanya bercerita bahwa dirinya akan pergi ke ibu kota provinsi, Pekanbaru, untuk mencoba mencari pekerjaan.

“Anak saya suka sekali dengan Jokowi. Dia sudah lama bilang kepada saya bahwa dia ingin bertemu Jokowi, tapi kami tidak pernah menyangka dia akan begitu ceroboh,” ujarnya Detik.com.

Pelanggaran keamanan

Meski tampak tidak berbahaya, aksi Mario menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan bandara.

“Kami tidak tahu bagaimana dia bisa masuk ke area (terbatas) itu,” Wakil Presiden Komunikasi Korporat Garuda Indonesia Pujobroto mengatakan Kompas.com.

Saat ditanyai, Mario dilaporkan mengatakan dia mengetahui cara memasuki pesawat secara ilegal melalui media sosial dan operasi bandara.

“Dia tahu pesawat akan berhenti sejenak sebelum lepas landas. Saat itulah dia masuk ke dalam pesawat melalui roda,” Pujobroto dikatakan.

Peristiwa tersebut membuat Bandara Sultan Syarif Kasim II memutuskan memasang CCTV di landasan pacunya.

“Kami akan menempatkan CCTV di tempat-tempat yang rawan (rusak). Hal ini akan memudahkan pemantauan bandara,kata kol. M. Khairil Lubis, komandan pangkalan angkatan udara kota itu, menceritakan Detik.com.

PT Angkasa Pura II, operator bandara milik negara, meminta maaf atas kejadian tersebut dan menyatakan siap menerima segala rekomendasi atau sanksi dari Kementerian Perhubungan. —Rappler.com

pragmatic play