• March 5, 2024
Surat terbuka korban pemerkosaan kepada Menko Polhukam Luhut

Surat terbuka korban pemerkosaan kepada Menko Polhukam Luhut

Korban mengaku tak kuasa menahan air matanya saat melihat anaknya yang masih kecil dan tidak tahu apa-apa

JAKARTA, Indonesia – Kasus dugaan pemerkosaan yang melibatkan RW, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia dan penulis Sitok Srengenge terus terungkap.

Kali ini RW pertama kali berbicara kepada media melalui rekaman dan surat terbuka. Berikut cuplikannya:

Tuan yang terhormat. Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia.

Salam sejahtera dan doaku semoga kamu selalu dalam keadaan sehat. Pak, saya bermaksud menulis surat ini karena saya sangat prihatin dan khawatir dengan kasus yang melibatkan saya sebagai korban kejahatan seksual.

Akibat perbuatan pelaku yang tidak bertanggung jawab, saya hamil dan melahirkan seorang anak perempuan pada tanggal 31 Januari 2014.

Pak, saya hanya meminta keadilan dan penyelesaian hukum yang tidak memakan waktu lama. Apakah tidak cukup hanya dengan menindas saya dan anak-anak saya, terutama anak-anak saya, yang tidak mengerti apa-apa tentang dunia?

Saya tidak meminta materi apa pun di alam dan saya juga tidak pandai merekayasa hal-hal untuk mendapatkan perhatian saya. Tidak ada yang terpikir olehku tentang semua itu.

Yang pasti yang saya alami adalah ketidakadilan sedang memihak saya dan masa depan anak saya juga terancam kegelapan, apalagi dari segi psikologis, sama seperti saat saya memulainya, semuanya menjadi gelap dan sampai sekarang pun kegelapan itu masih terasa, masih beruntungnya aku mempunyai sahabat-sahabat yang baik, yang selalu siap untuk memompa keberanianku.

Untuk bekerja saja, awalnya sulit, ada perasaan malu, tidak layak dan takut. Bahkan di masyarakat saya merasa ketidakadilan ada di pihak saya sebagai korban.

Nah seiring dengan proses hukum yang sangat panjang dan cenderung berbelit-belit tidak pernah ada habisnya, paham betul?

Namun, saya dipanggil beberapa kali untuk bertanya dan menandatangani dokumen. Akhirnya saya mengetahui dari pengacara saya bahwa berkas kasus yang melibatkan saya dikirim bolak-balik dari polisi ke kantor Kejaksaan dan sebaliknya.

Banyak teman yang bercerita tentang pelaku kasus yang menimpa saya ini, mereka terlihat marah namun langsung tersenyum ketika saya mulai bertanya ada apa?

Mereka tidak ingin saya sakit lagi, tapi yang saya tahu mereka tetap berusaha membantu mencari keadilan bagi saya dan anak saya.

Aku memejamkan telinga, namun mata batinku terbuka lebar, tak mampu kupejamkan, aku merasakan ada cahaya gelap ketidakadilan yang masih diterangi oleh usaha-usaha kotor, sehingga perkembangan perkara yang menimpaku terjadi secara perlahan. .

Saya memahami banyak teman-teman yang berempati dan terus berusaha agar kasus ini terus terungkap di bidang hukum, oleh karena itu dari perbuatan kalianlah saya bisa bertahan dan kuat, apalagi saat saya terbangun di malam hari. .

Kulihat anakku terbaring tertidur, aku tak kuat menahan tangis kesakitanku.

aku bertahan. Agar air mataku tidak jatuh. Anakku lucu, dia pasti memahami gejolak batin ibunya meski usianya tak sebanding dengan apa yang dialaminya saat ini dan akan menimpanya di kemudian hari.

Jadi aku menulis surat ini untuk mencurahkan isi hatiku, berharap agar Pak. Luhut Binsar Panjaitan dapat memberikan dukungan kepada saya dan mendorong terciptanya penegakan hukum yang sejati dan tidak dibuang begitu saja.

Saya selalu berharap Pak. Luhut Binsar Panjaitan, selaku bapak kita bersama, akan berada di balik perjuangan kita dalam menjaga keadilan dan kebenaran atas peristiwa yang sebenarnya tidak boleh terjadi dan seharusnya dilakukan oleh orang yang mempunyai sifat sebagai seniman. Tentu idealnya tingkah laku seorang seniman harus menyatu dengan tingkah lakunya, beradab dan berbudaya.

Untuk Tuan. Atas kesediaan Luhut Binsar Panjaitan membaca surat ini, saya ucapkan terima kasih.

Jakarta, 15 Oktober 2015. —Dengan laporan dari Febriana Firdaus/Rappler.com

BACA JUGA:

slot online pragmatic