• May 22, 2024
Tanduay menghentikan produksi di pabrik Manila

Tanduay menghentikan produksi di pabrik Manila

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Sebagian dari fasilitas Manila akan direnovasi untuk dijadikan museum yang memamerkan produk-produk Tanduay dan metode produksi minuman beralkohol sulingan

MANILA, Filipina (DIPERBARUI) – Tanduay Distillers Inc., perusahaan rum terbesar di Filipina, pada tanggal 1 April mengumumkan penghentian fasilitas produksinya di Quiapo, Manila “untuk mengurangi biaya.”

Di sebuah penyingkapan ke bursa saham pada hari Kamis, 4 April, perusahaan yang dipimpin Lucio Tan mengatakan pihaknya “yakin bahwa kebutuhan produksi saat ini dan yang diharapkan di masa depan dapat dipenuhi melalui fasilitas lainnya yang tersisa, yang menggunakan teknologi dan proses produksi yang lebih modern.”

Namun akan berfungsi sebagai tanaman cadangan dan dapat digunakan kembali bila diperlukan. Tanduay beroperasi di Batangas, Laguna dan Negros Occidental.

Sementara itu, sebagian dari fasilitas Manila akan direnovasi untuk dijadikan museum yang memamerkan produk-produk Tanduay dan metode produksi minuman beralkohol sulingan.

Ekspansi global

Pada tahun 2011, Tanduay mengumumkan bahwa mereka sedang mengkonsolidasikan dan memperluas operasi lokalnya sebagai bagian dari upaya untuk menerobos pasar duniakhususnya Tiongkok dan Amerika.

Perusahaan ini mengumpulkan dana pada tahun 2011 untuk meningkatkan kapasitas penyulingan pabriknya yang berbasis di Batangas menjadi 175.000 liter etil alkohol per hari dari 75.000 liter, serta membangun pabrik penuaan alkohol berkapasitas 30.000 barel.

Mereka juga memasang fasilitas pencucian dan pembotolan yang sepenuhnya otomatis di pabrik Negros yang menambah 20.000 peti setiap hari ke kapasitas pabrik.

Untuk pabrik di Laguna, pihaknya menambah fasilitas baru yang memperluas jalur pembotolan dengan kapasitas tambahan 14.000 peti per hari.

Diumumkan bahwa sekitar P200 juta akan dialokasikan untuk Museum Warisan di pabrik Manila yang sudah tidak beroperasi, serta paket pensiun dini untuk karyawan yang ada.

Merek andalan penyulingan ini adalah Tanduay Rhum, minuman beralkohol yang berdiri sejak tahun 1854. Merek lainnya termasuk Tanduay Five Years, Tanduay ESQ, Rhum G5, Gin Kapitan, dan Cossack Blue.

Bisnis penyulingan telah dikonsolidasikan ke dalam LT Group, menjadikan semua bisnis utama taipan Lucio Tan – minuman keras, manufaktur rokok, real estat, dan perbankan – menjadi satu perusahaan induk yang tercatat di bursa saham. – Rappler.com

Keluaran Hongkong