• April 13, 2024
Pergi ke UST, temui Paus

Pergi ke UST, temui Paus

Keenam mahasiswa tersebut mengatakan bahwa orang tua dan wali mereka memaksa mereka untuk pergi, jadi mereka pergi dengan ransel dan kasur di belakangnya

MANILA, Filipina – Lola Caridad yang biasanya tegas dari jurusan Seni Komunikasi berusia 19 tahun Kyla Paler tiba-tiba berubah pikiran ketika datang ke pertemuan pemuda Paus Fransiskus yang dijadwalkan pada Minggu, 18 Januari di Universitas Santo Tomas (UST ). ).

Dia bahkan mendorong saya untuk pergi (Dialah yang mendorong saya untuk pergi),” kata Paler, yang datang bersama rombongan beranggotakan 6 orang pada Sabtu, 17 Januari pukul 12 siang untuk bermalam di jalanan.

Rombongan Paler menjadi yang pertama berbaris di depan Gerbang 2 UST sepanjang España Boulevard, berjongkok tepat di depan pagar hitam yang memisahkan mereka dengan kampus.

Kami ingin tempat yang bagus untuk bertemu Paus (Kami ingin berada di tempat yang baik untuk bisa melihat Paus),” tambah Paler.

Keenam mahasiswa tersebut mengatakan bahwa orang tua dan wali mereka bersikeras agar mereka pergi.

Maka mereka pergi dengan ransel dan kasur di belakangnya.

Sambil berpegangan pada tas mereka saat mereka menunggu, para wanita muda tampak bersenang-senang meskipun ada banyak orang yang lalu lalang di España dan sesekali orang-orang bertanya pada menit-menit terakhir bertanya kepada penjaga gerbang UST mana yang bisa mereka masuki untuk acara hari Minggu. (Berikut panduannya: Yang Perlu Anda Ketahui: Kunjungan UST Paus Fransiskus)

Mungkin memikirkan penantian yang lama, penjaga itu bercanda tentang 6 temannya yang menunggu Paus begitu pagi.

Keenam mahasiswi tersebut telah saling kenal sejak sekolah menengah atas di Santo Niño de Novaliches, sebuah sekolah yang berbasis di Kota Quezon yang dinamai sesuai dengan representasi anak Yesus.

Paus asal Argentina yang mereka tunggu menjadi inspirasi mereka untuk memperkuat iman Katolik mereka, kata Paler.

Paus Fransiskus, orang Amerika Selatan dan Jesuit pertama yang menjadi pemimpin dari 1,2 miliar umat Katolik di dunia, akan menyampaikan pidato resmi di UST, yang secara khusus ditujukan kepada kaum muda. (BACA: Ketahui kisah mereka: Relawan pemuda Thomasian dalam kunjungan kepausan)

Bapa Suci umat Katolik juga akan memimpin Angelus, sebuah doa devosional untuk mengingat ketuhanan Yesus yang menjadi manusia. (BACA: UST pada kunjungan Kepausan: Fokus pada pesannya)

Paler mengatakan bahwa doa dan iman memainkan peran penting dalam hidupnya, memberinya tujuan selama masa-masa sulit.

Kata-kata Paus Fransiskus untuk para pekerja migran

Salah satu gadis tersebut, Jessica Holz, adalah putri seorang pekerja Filipina di luar negeri (OFW).

Melalui obrolan online, Mama Marissa mengungkapkan kepada Holz kegembiraannya karena remaja berusia 19 tahun itu bisa bertemu Paus.

Ibu Jessica mulai bekerja di Jerman pada tahun 1994, salah satu dari jutaan OFW yang meninggalkan Filipina untuk mendapatkan peluang yang lebih baik di luar negeri.

Paus Fransiskus sendiri menaruh perhatian pada pekerja migran, karena keluarganya pindah dari Italia ke Argentina.

“Penciptaan peluang kerja di perekonomian lokal juga akan menghindari pemisahan keluarga dan memastikan bahwa individu dan kelompok menikmati kondisi stabilitas dan ketenangan,” kata Paus dalam pesannya pada Hari Migran dan Pengungsi Sedunia tahun 2015.

Hati Paus Fransiskus juga tertuju pada para pekerja migran yang “sering menghadapi ketidakpercayaan, penolakan dan pengucilan, apalagi tragedi dan bencana yang mempengaruhi martabat kemanusiaan mereka”. (BACA: Filipina menanggapi seruan Paus Fransiskus menentang perdagangan manusia)

Dia menyarankan “sinergi yang baik” untuk “membantu penyebab gerakan migrasi di mana individu lebih banyak menjadi korban daripada protagonis.”

“Harus juga ditekankan bahwa kerja sama tersebut dimulai dengan upaya masing-masing negara untuk menciptakan kondisi ekonomi dan sosial yang lebih baik di dalam negeri, sehingga emigrasi tidak menjadi satu-satunya pilihan bagi mereka yang mencari perdamaian, keadilan, keamanan, dan penghormatan penuh terhadap kemanusiaannya. bermartabat,” tambahnya.

Holz, seorang mahasiswa di Adamson University, mengaku sering berdoa untuk keselamatan ibunya yang merupakan OFW. Tuhan tidak mengecewakannya dan dengan demikian memperkuat imannya, katanya.

Kata-kata Paus Fransiskus tentang karir anak muda

Saat ditanya apa rencana karirnya, Paler menjawab dengan nada percaya diri bahwa dia ingin menjadi seorang penulis.

Paus Fransiskus sendiri berkhotbah kepada sekelompok anak muda di Brazil mengenai pilihan karir pada Hari Pemuda Sedunia tahun 2013: “Tuhan memanggil Anda untuk membuat pilihan yang pasti, dan Dia mempunyai rencana untuk Anda masing-masing: untuk menemukan rencana itu dan mengikuti panggilan Anda. . adalah bergerak menuju kepuasan pribadi.”

Holz, sebaliknya, berkata sambil tersenyum bahwa dia ingin menjadi pekerja sosial.

Sikap gembira Holz dan teman-temannya di tengah kerumunan orang di España beberapa jam sebelum kedatangan Paus Fransiskus di universitas kepausan dan Katolik memberi makna pada kata-katanya kepada kaum muda pada tahun 2013: “Gereja membutuhkan Anda, antusiasme Anda, Anda kreativitas, dan kegembiraan yang menjadi ciri khas Anda.” – Rappler.com

taruhan bola online