• May 23, 2024
‘Tidak ada keterlambatan pembayaran’ dicabut;  Mahasiswa UP ingin STFAP dihapuskan

‘Tidak ada keterlambatan pembayaran’ dicabut; Mahasiswa UP ingin STFAP dihapuskan

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Anggota Justice for Kristel Alliance yang baru dibentuk melakukan penyerahan tanda pengenal mereka secara simbolis sambil menuntut pencabutan STFAP

MANILA, Filipina (DIPERBARUI) – Aktivis Universitas Filipina Diliman menyerukan penghapusan Program Bantuan Keuangan dan Uang Kuliah yang Disosialisasikan (STFAP) setelah hal.penduduk Alfredo Pascual mencabut “kebijakan tidak ada keterlambatan pembayaran” universitas. Kedua tindakan tersebut dikritik secara luas setelah seorang mahasiswa UP di Manila bunuh diri karena gagal membayar uang sekolah tepat waktu.

Anggota Justice for Kristel Alliance yang baru dibentuk mengadakan penyerahan secara simbolis tanda pengenal mereka di Universitas Filipina Diliman pada Rabu, 20 Maret, untuk memprotes program beasiswa universitas negeri tersebut yang mereka anggap menindas.

Saat Tejada mengajukan cuti (LOA) pada 13 Maret, ia diminta menyerahkan UP ID-nya.

Prof Sarah Raymundo, perwakilan fakultas dari kelompok tersebut, menceritakan betapa pentingnya UP ID bagi Kristel.

“(Milikmu ID ATAS) Itu bukti sudah Siswa UP SAYA (ID UP sebagai bukti saya mahasiswa UP),” kata Kristel kepada ibunya usai menyerahkan ID-nya, kata Raymundo.

Menurut Raymundo, ibu Tejada meminta KTP Kristel dari UP Manila.

Pengabaian negara

Berdasarkan Bupati mahasiswa UP Cleve Arguelles, dengan berlanjutnya penegakan STFAP, sistem UP tetap terlibat dalam dugaan kegagalan pemerintah dalam pendidikan tinggi.

Sejak penerapan STFAP pada tahun 1989, biaya kuliah telah meningkat dari P40 menjadi P1,500 per unit, menurut Orly Putong dari Aliansi Mahasiswa untuk Pemajuan Hak-Hak Demokratis di UP (STAND-UP).

Putong mengklaim STFAP mendorong universitas menjadi mandiri karena alokasi anggarannya terbatas.

Sementara itu, Prof Corazon Tan, wakil rektor bidang kemahasiswaan UP Diliman, mengatakan bahwa UP harus menciptakan kondisi yang memungkinkan bagi siswa miskin namun layak untuk masuk universitas tanpa kesulitan. STFAP gagal melakukannya, klaim Tan.

Mengapa siswa miskin harus membuktikan dirinya miskin melalui STFAP? Ini sudah sulit, semakin sulit. Bukankah itu pantas? tak bersyarat apakah universitas membantu mahasiswa?tanya Tan. (Mengapa siswa miskin harus membuktikan bahwa mereka miskin melalui STFAP? STFAP mempersulit siswa miskin. Bukankah bantuan harus diberikan kepada siswa tanpa syarat?)

Sangat terlambat

Pascual juga diharapkan menyerahkan STFAP dan usulan reformasi lainnya untuk ditinjau oleh Dewan Bupati UP.

Rekomendasi khusus dari ketua UP antara lain menyederhanakan proses lamaran, mengubah sistem antarkelompok, menyederhanakan prosedur peninjauan kembali, dan meningkatkan tunjangan bagi mahasiswa pada kelompok STFAP terendah.

Namun Justice for Kristel Alliance menyesalkan kenyataan bahwa pemerintah harus mengambil tindakan setelah kematian Kristel.

Selain kesedihan, kami para ulama Bayan merasakan kemarahan dan mengapa dibutuhkan Kristel Tejada untuk menyadarkan semua orang dalam sistem pendidikan dan kebijakan kami.,” kata Bupati Mahasiswa UP Cleve Arguelles. (Kami tidak hanya sedih. Kami para pakar politik juga marah karena meninggalnya Kristel Tejada harus membangunkan sistem pendidikan dan kebijakannya.)

Klaim

Kelompok mahasiswa dan guru UP yang dibentuk pada 18 Maret ini juga menyuarakan tuntutan yang menurut mereka akan memberikan keadilan atas kematian Kristel.

  • Mencabut cuti paksa di UP Manila dan kebijakan serupa lainnya dalam sistem (Ini sebenarnya dicabut atas perintah Presiden UP Alfredo Pascual.)
  • Rektor UP Manila Manuel Agulto dan Wakil Rektor Bidang Akademik Josephine de Luna mengundurkan diri
  • Menghapuskan Program Bantuan Keuangan dan Uang Kuliah yang Disosialisasikan (STFAP)
  • Menyerukan pemerintahan Aqino untuk menerapkan moratorium nasional mengenai kenaikan biaya kuliah dan biaya lain-lain untuk universitas negeri dan swasta

Jenazah Kristel dibawa ke Teater Kecil di UP Manila pada hari Kamis, 21 Maret, untuk dilihat publik mulai pukul 10:00 hingga 16:00. – Rappler.com

Live HK