• March 5, 2024
Kekuatan mental dan kedalaman skuad menjadi kunci kesuksesan Persib

Kekuatan mental dan kedalaman skuad menjadi kunci kesuksesan Persib

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Inilah rekaman perjalanan Persib Bandung menuju laga final Piala Presiden 2015

JAKARTA, Indonesia – Persib Bandung berhasil melaju ke final Piala Presiden setelah melalui jalan yang cukup berliku. Maung Bandung –julukan Persib– yang tampil sempurna di babak penyisihan grup harus berjuang keras melewati babak perempat final dan semifinal.

Di babak penyisihan grup, Persib meraih tiga kemenangan: 4-0 atas Persiba Balikpapan, 2-0 melawan Bonek FC, dan sekali lagi 4-0 melawan Martapura FC. Mencetak 10 gol, tidak kebobolan satu kali pun. Catatan tersebut meloloskan Persib sebagai juara grup dan diunggulkan menjadi juara.

Tapi masuki sebuah fase menyerangPersib secara tak terduga dikalahkan oleh Pusamania Borneo FC 2-3 di Samarinda pada babak perempat final kaki Pertama. Kekalahan ini membuat kinerja Djadjang Nurdjaman sebagai pelatih menjadi sorotan.

Persib kemudian berhasil bangkit setelah unggul 2-1 kaki yang kedua diadakan di kandang sendiri. Persib yang lebih agresif dalam mencetak gol tandang memastikan diri lolos ke semifinal jelang Bobotoh – sebutan untuk suporter Persib.

Skenario yang hampir sama terulang di semifinal. Bersama Mitra Kukar, Persib kembali kalah 1-0 pada laga tersebut kaki pertama di kandang Mitra Kukar. Keraguan muncul lagi. Namun Persib kembali membuktikan kualitasnya dengan menang 3-1 di kandang sendiri.

Dua kali lolos setelah tertinggal membuat Persib difavoritkan kembali menjadi juara. Djadjang mengatakan, kekuatan mental para pemain menjadi kunci keberhasilan Persib dalam meraih hal tersebut.

“Para pemain menunjukkan mentalitas mereka. “Jangan pernah menyerah, dan miliki mentalitas pemenang,” ujarnya, Rabu, 14 Oktober.

Ilija Spasojevic dan kedalaman tim adalah kuncinya

Selain faktor mental, keberhasilan Persib mencapai final juga tak lepas dari efektifitas strategi bermainnya. Sosok Ilija Spasojevic menjadi kunci di sini.

Djadjang menjelaskan, kehadiran Spasojevic membantu Persib mengembangkan permainan dengan baik, terutama dalam eksekusi strategi menyerang langsung.

Dengan perawakannya yang tinggi, Spasojevic melakukan proses tersebut pertunjukan bola berjalan dengan baik. Hal ini membuka jalan bagi rekannya yang menyerang dari lini kedua. Keberhasilan strategi tersebut dibuktikan misalnya dengan kemenangan atas Borneo FC di babak perempat final.

Selain itu, Persib juga punya “kedalaman” tim. Materi pemain mereka relatif sama kualitasnya dari lini ke lini. Pemain cadangan juga mempunyai kemampuan yang tidak jauh dari pemain utama. Buktinya, saat harus tampil tanpa lima pemain inti saat melawan Mitra Kukar, kualitas permainan Persib tak menurun signifikan. Mereka kalah tipis 0-1.

Kehadiran Bobotoh menjadi sumber motivasi

Kapten Persib Firman Utina mengaku bangga dengan militansi Bobotoh yang berusaha keras bangkit setiap tertinggal.

“Stadion penuh, pemain pasti semangat. Belum lagi kami melihat mereka rela bermalam di kekacauan. Militansi mereka membuat pemain menjadi lebih militan. Mereka telah bekerja keras, kami tidak akan mengecewakan mereka. Makanya pemain yang punya perbedaan paham menghilang dan bersabar untuk bangkit kembali, kata Firman. — Rappler.com

BACA JUGA:

sbobet mobile